Pemimpin Reaktif dan Pemimpin Proaktif

Learning leadership :
Seseorang walaupun ia menduduki jabatan puncak disebuah lembaga atau perusahaan, tetaplah
ia seorang manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan, yang memiliki sifat-sifat manusia pada umumnya. Sifat-sifat yang dimiliki seorang pemimpin tidak lepas dari latar belakang kehidupannya,
pendidikan, dengan siapa bergaul dan yang lebih utama lagi sosialisasi nilai – norma serta keterampilan yang pertama kali diterimanya.
Karena itu, kita kerap dipertemuman dengan cerita para pemimpin dikalangan orang-orang
yang dipimpinnya, baik mengenai kelebihan maupun kekurangannya.  Bahkan kekurangan seorang pemimpin lebih seru untuk dibicarakan dari kelebihannya dalam memimpin. Dari sekian banyak sifat, maka pemimpin dengan sifat reaktif dan pemimpin proaktif  menjadi pokok pembicaraan , untuk kita kaji ciri-cirinya, sehingga, kita bisa belajar , dimana titik lemah dan titik kelebihan dari sifat pemimpin reaktif dengan sifat pemimpin proaktif.


Ciri  pemimpin reaktif adalah :
1.      Menilai sesuatu
yang datang, apakah kedatangan seseorang, gagasan-gagasan baru, teknologi baru, budaya baru, dengan sifat mencurigai terlebih dahulu.  Negatif thinking.  Menilai sesuatu dari sudut yang terburuk
terlebih dahulu.  Sesuatu yang datang dianggap membahayakan dirinya, lembaganya, kultur yang sudah mapan dan selama ini selalu didukungnya.  Ia ingin keteraturan yang sudah berjalan  di pertahankan.  Ia tidak ingin terjadi kegoyahan baik budaya maupun nilai dan norma yang
selama ini ada.
2.      Figur baru yang datang dianggap kompetitor.  Mereka dianggap saingan bagi dirinya.  Orang
baru dianggap membawa budaya baru yang dapat merusak keharmonisan atau sistem sosial atau kultur yang ada.
3.      Pemimpin reaktif ingin ia dalam posisi memimpin apa yang ada, baik karena menguntungkan dirinya, maupun karena bertujuan mempertahankan kemapanan yang ada.  Ia tidak ingin diganti atau tatanan yang sudah dibangunnya rusak karena ada pemimpin baru yang dianggap mengacak-acak
apa yang sudah dibangunnya susah payah.  Bagi peimpin reaktif, orang baru dengan gagasan-gagasan baru dapat menimbulkan kekacauan terhadap struktur sosial yang sudah ada, merusah sistem
sosial yang sudah dibangun, mengubah nilai – norma hingga terjadi alienasi dimasyarakat atau lembaganya, atau terjadinya situasi kacau, yang menurutnya  mundur kebelakang dan susah mencapai
kestabilan baru.
4.      Pemimpin reaktif ingin mempertahankan posisinya, ingin mempertahankan struktur sosial yang sudah mapan, ingin mempertahankan sistem yang sudah dibangun, ingin mempertahankan
situasi sosial kultural yang sudah ada. 
Disisi lain pemimpin pro aktif, memiliki ciri, yaitu :
1.      Menilai positif
orang baru, gagasan-gagasan baru, kultur manajemen baru,  sistem sosial baru, struktur sosial baru,
teknologi baru.  Ia ingin selalu mengubah situasi yang ada kearah yang lebih baik, lebih maju dan lebih menguntungkan, baginya untuk buat lembaganya berarti untung bagi dirinya.
2.      Orang-orang baru
yang baru datang dianggap sebagai kawan yang akan membantunya memimpin perusahaan
atau lembaga yang dipimpinnya.  Ia juga menerima berbagai ide-ide baru,  budaya baru, strategi manajemen baru,  teknologi baru, sistem sosial baru, dan ia akan terus berusaha mencapai kemajuan dengan hal – hal baru.
3.      Menganggap figur
dan hal-hal baru sebagai kekuatan positif baru, maka, para pemimpin proaktif mau membagi pengalamannya, wawasannya, ilmunya ke orang-orang baru dan dengan berbagai ide, gagasan, pemikiran, teknologi baru, manajemen baru, para pemimpin proaktif berusaha memecahkan permasalahan yang dihadapi dirinya, lembaganya secara bersama-sama.  Ia ingin semua
memiliki pengetahuan yang sama, pemahaman yang sama, visi yang sama, bekerja bersama-sama untuk kemajuan bersama-sama.
4.      Pemimpin pro aktif belajar dari orang-orang disekelilingnya, orang – orang yang ada dilingkungannya, dia belajar dari kompetitornya, dia juga mau berdiskusi dengan para kompetitornya untuk saling belajar, untuk membangun sinergi, karena bagi pemimpin pro aktif bukan mencari permusuhan, tetapi mencari dan mengusahakan kesejahteraan bersama.  Win Win solution.  Bagi pemimpin pro aktif, manusia tidak sempurna dan kesempurnaan manusia dibantu oleh perannya dalam menyempurnakan orang atau lembaga lain.


Comments

Popular posts from this blog

Global leadership: penentu keberhasilan strategi memimpin

Global leadership : Silih Asah Silih Asuh Silih Asih