Siapakan yang pantas menjadi leader impian ? bagaimana standar menjadi leader impian ? Apakah anda bisa menjadi leader impian ?
To be a leader , leadership, competitive leader, Top leader, global leadership, Learning leadership , Learning management from history , Learning leadershif from biografi, Learning leadership from bussiness, To be a leader, Leader and leadershif,
Selasa, 23 Februari 2021
Jumat, 23 September 2016
Global Leadership : Peran Teamwork bagi seorang pemimpin
Global Leadership : Peran
Teamwork Bagi seorang pemimpin
Seorang pemimpin harus visioner,
mampu menetapkan misi-misi yang ditargetkannya, memiliki konseptual manajemen
untuk mencapai misi-misi yang telah ditetapkannya dan dapat menerapkan strategi
dan taktik dilapangan kehidupan yang
sebenarnyanya.
Seorang pemimpin adalah seorang
pilot atau driver perusahaan. Ia penentu keputusan, maju atau mundur tergantung kepada
keputusannya. Ia mengatur irama kemajuan
perusahaan. Mau bergerak cepat atau
lambat, mau untung besar atau untung kecil , semua ada di pundak seorang
pemimpin.
Perusahaan atau sebuah lembaga
tidak hanya membutuhkan visi, misi dan
strategi manajemen dari seorang pemimpin
perusahaan. Karena, sehebat apapun
seorang pemimpin, ia hanya bisa berfikir , merancang strategi, dan
menuangkannya kedalam strategi perusahaan.
Tetapi , bukan dia yang berkerja keras dilapangan. Ia butuh bantuan orang lain, Ia membutuhkan
orang-orang yang professional dalam kemampuan
teknis dan taktis dilapangan kerja. Ia butuh orang lain agar visi, misi dan
strateginya berjalan sesuai yang sudah dirancangnya,
Ia membutuhkan sebuah team.
Sebuah team work yang bersamanya bahu membahu mencapai bahkan bila
perlu melebihi target yang diinginkannya .
Ia butuh banyak figure, Ia
butuh orang – orang ahli dalam berbagai bidang dan terampil bekerja
dilapangan.
Sebuah Teamwork , yang bukan saja saling mengenal keahlian diantara
mereka. Tetapi, Teamwork yang saling terkoneksi, saling mengisi, saling membangun kepercayaan, saling berbagi ilmu dan keterampilan. Teamwork yang membangun sebuah manajemen ilmu,
membangun sebuah langkah besar dari proyeksi managemen, misi dan visi yang
sudah digariskan.
Teamwork yang selalu memberi masukan dikala system yang dibangun
tidak efektif, tidak efisien, boros, tidak profitable, dan memberi masukan
pemecahan terhadap masalah yang terjadi kepada sesame anggota team maupun ke
atasan.
Teamwork yang terdidik, terampil, highskill, memahami prosedur
kerja, bahkan mampu memberi saran untuk
perbaikan prosedur kerja, sesuai langkah manajemen dan teknologi yang
digunakan, sesuai visi dan misi serta target yang sudah disosialisasikan.
Teamwork yang dibentuk seorang
pimpinan, berfungsi sebagai kaki, tangan, telinga dan fungsi-fungsi lain bagi seorang pimpinan.
Teamwork , dimana seorang
pimpinan dan orang-orang yang ada didalamnya akan selalu menjadi bagian dan membuat
dirinya ingroup. Ia seperti bagian dirinya. Ia adalah saudaranya. Ia adalah anak-anaknya.
Kesejahteraannya, kesehatannya, masa depannya sama dengan dirinya . Ia adalah teman sejatinya dikala suka dan
duka, dikala perusahaan sedang terpuruk maupun disaat perusahaan sedang maju
pesat.
Gagal atau berhasil tugas yang
dilakukan oleh teamworknya,
berarti, gagal atau berhasil juga pekerjaannya, kepemimpinannya. Karena boleh jadi, kegagalan mereka, karena
pengetahuan yang kurang pada mereka, akibat tidak pernah diberi pelatihan yang
cukup oleh pimpinannya. Sehingga,
kekurangan pengetahuan menyebabkan skill mereka menjadi terbatas. Keterampilan yang terbatas ini membuat mereka
tak bisa menyelesaikan beban pekerjaan yang diberikan kepadanya.
Ibarat seorang Jendral, anggota
teamworknya adalah prajuritnya. Bisa
memenangkan pertempuran dan peperangan, tidak saja karena strategi perang yang
hebat, tetapi didukung oleh skill hebat dari teknologi hebat yang disediakan
pimpinannya.
Karena itu, hanya Jendral yang
dekat dengan seluruh prajuritnya yang berhasil memenangkan perang. Karena, prajurit
akan mengorbankan apapun untuk menjaga kehormatan dirinya, perusahaannya,
pimpinannya, kalau ia merasa dekat, dihargai dan merasa satu dengan
pimpinannya.
Demikian pentingnya, teamwork bagi seorang pemimpin.
Jumat, 26 Agustus 2016
Global leadership:belajar dari Sun Tzu
Global Leadership : Belajar dari Sun Tzu
1.
Analisis diri. Pertahanan yang terbaik adalah tatkala
seseorang atau suatu lembaga melakukan analisis diri terhadap kelemahan dan
kelebihan organisasinya, kelebihan dan kekurangan teknologi pendukung fungsi
lembaganya, kelebihan dan kekurangan sumber daya manusia yang ada dilembaganya,
kelebihan dan kekuarangan budaya kerja didalam organisasinya dan kelebihan dan
kekurangan hubungan sosial orang-orang yang ada didalamnya.
2.
Pahami kenyataan
yang ada. Lingkungan fisik dan sosial budaya menampakan diri sebagai mana
adanya. Perubahan-perubahan selalu terjadi padanya. Perubahan-perubahan ini merupakan kenyataan yang harus difahami oleh
siapapun yang ada disebuah lembaga.
Kemana arah perubahan, apa yang berubah, dampak positif dan negatif
perubahan, cara mengatasinya , harus difahami
secara cerdas sebagai sebuah kenyataan yang cair . Kemampuan menganalisis dan mensintesis
kenyataan akan menentukan kualitas dari lembaga tersebut serta manusia-manusia
yang ada didalamnya.
3.
Pelajari cara
berperang. Perang tidak hanya secara
fisik, militeristik. Tetapi, dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Setiap
zaman membentuk model perang. Baik dalam
bentuk teknologi, strategi, psikologi, budaya,
model intelejen dll. Zaman modern
melahirkan kekayaan strategi
perang. Banyak hal wajib dipelajari untuk memperkaya kekayaan intelektual orang dan
lembaga untuk membuat lembaganya menjadi
yang terdepan dalam medan persaingan dan mengambil keuntungan dari
kemampuan memenangkan kompetisi.
4.
Harapkan hasil
terjelek. Banyak orang lebih senang
mengkhayalkan keberhasilan dari pada memikirkan hal terburuk. Padahal realitas
tak sama dengan khayalan. Sun Tzu
mengajarkan pikirkan hasil yang terjelek dulu, pikirkan kalau yang terjadi
justru yang pahit-pahit. Tujuannya agar
kita kritis terhadap penyebab kegagalan atau hal yang pahit-pahit. Sehingga, bisa diperkirakan langkah demi
langkah yang benar sehingga kegagalan dapat dihindari.
5.
Kerjakan secara
benar. Ketika semua langkah telah
dihitung dengan matang, telah
dipertimbangkan efektivitasnya, maka semua langkah harus dikerjakan dengan
benar.
6.
Bakar jembatan,
kalau semua langkah benar telah dihitung, telah dijalankan, maka teruskan
melaju kedepan, jangan selalu berfikir kebelakang dan takut memasuki masa
depan, bakar ketakutan-ketakutan yang tak perlu.
7.
Kerjakan dengan
lebih baik. Semua langkah harus dilakukan
dengan baik, tetapi, harus terus dicari cara yang lebih baik, tidak berhenti
pada satu langkah yang sudah dianggap baik.
Banyak perubahan yang menuntut cara kerja yang lebih baik dan lebih baik
lagi. Dulu cukup ditik dengan mesin
ketik, tetapi sekarang harus dengan komputer.
8.
Kerjakan serentak,
semua sisi dari sebuah lembaga harus memulai serentak sesuai dengan
tugas-tugasnya, sehingga, sistem dapat berjalan. Bila ada bagi yang tak bekerja, padahal
seharusnya bekerja, maka mekanisme sistem terhambat, hal ini akan merugikan,
karena itu, kerjakan serentak
9.
Hidup tidak
sendiri, banyak pihak lain, banyak kompetitor, mereka berusaha melihat, memata-matai, apa
kelebihan dan kekurangan organisasi kita, Biarkan mereka menerka.
10.
Ketika mereka
terus memata-matai kita , maka , tunjukkan
caranya berperang versi kita, tunjukkan keunggulan-keunggulan kita, sehingga ,
para kompetitor tertinggal dan sibuk menerka kita akan melakukan apa. Maka
kemenangan didepan mata.
Minggu, 01 Mei 2016
Global leadership: penentu keberhasilan strategi memimpin
Humans are social creatures. It requires the presence of another human being. It was not a perfect man. It is precisely the presence of another human being makes perfect. A leader will never succeed alone. It can be a successful leader thanks to the success of those they lead. It can be successful because it can maximize the full potential of those they lead.
Leaders who failed not because his brain is not smart, but he could not optimize the competence of everyone in each level of the organization he leads. It can work hard to pursue success, but it will be worth it when you can not make everyone he leads work wholeheartedly, full capacity of thinking, full of skill and creativity, its full spirit.
Sejarah Indonesia: Pemberontakan PKI
Pemberontakan
PKI Madiun
a. Latar belakang
1. Lemahnya
kekuasaan pemerintah RI setelah perundingan Renville
2. Dukungan
financial dan militer dari Belanda untuk PKI
3. Desakan dari
Komunis Internasional agar PKI meningkatkan agitasi politiknya
3. Keinginan
mendirikan Negara komunis di Indonesia
Tokohnya : Munawar Musso
Pusat aksi : Kota Madiun
Pelakunya : PKI
yang menggunakan organisasi Front
Demokrasi Rakyat, dengan basis massa di Solo dan Madiun.
Cara pemerintah menangani
pemberontakan ini dengan melakukan
opresasi militer untuk menumpas pemberontakan PKI dengan mengerahkan pasukan
Siliwangi ( jawa barat ) yang sedang hijrah ke Solo dan pasukan dari Kodam Brawijaya
( Jawa Timur ).
Ketika operasi penumpasan PKI
ini dilakukan, pasukan NICA telah digelar sepanjang perbatasan wilayah RI
dengan wilayah pendudukan Belanda dengan tujuan menghancurkan kekuatan
bersenjata RI yang makin lemah setelah pemberontakan PKI Madiun.
Rabu, 27 April 2016
Global leadership: Bawahan sebagai kekuatan !
Subordinates as strength! Modern times bring forth leaders intelligent, form successful leaders, producing figures dibidangbisnisnya success. Many companies rose from the brink of collapse and become a profit producing machine that makes a big smile investors.
Many small companies grow into large and fruitful, all because of smart leaders atop the company. Therefore, from the salaries of tens of millions, hundreds of millions to billions given great leadership plus the bonus-bonus.
Minggu, 27 Maret 2016
Global leadership : Bahaya Seorang Pemimpin
Menjadi pemimpin banyak diinginkan orang. Banyak yang berlomba untuk mendapatkannya. Banyak yang mengejar untuk mendapatkan posisi sebagai pemimpin. Banyak yang berani menyikut saingan hingga fitnah dan pembunuhan karakter untuk bisa duduk menjadi pemimpin. Banyak yang berani membayar agar bisa duduk sebagai seorang pemimpin. Banyak yang berani melakukan rekayasa sosial hanya untuk menjadi seorang pemimpin. Dan yang sadis, banyak mengorbankan nyawa orang banyak untuk dapat menikmati posisi sebagai pemimpin.
Siapapun lawan, orangtua, anak, istri, mertua, ipar, saudara kandung, saudara tiri, kawan, apalagi saingan akan dihancurkan bila berani merebut posisi pemimpin. Memimpin dianggar suatu posisi yang prestisius. Posisi yang luar biasa tinggi.
Begitu sulit diraih begitu berat dipertahankan. Tetapi begitu menantang untuk dimiliki, dikuasai dan dimanfaatkan.
Ummat manusia membutuhkan pemimpin. Masyarakat butuh pemimpin. Organisasi dan lembaga butuh pemimpin. Sebuah perusahaan butuh pemimpin. Mereka membutuhkan figur pengarah, figur penyelamat, figur pemotivasi, figur pengayom, figur pemberi cahaya. Figur pembela, figur pemenuh kebutuhan material, spiritual, psikologis dan sosial dari orang-orang yang dipimpinnya.
Setiap orang bisa menjadi pemimpin. Tetapi tak semua orang bisa memimpin dengan baik. Memimpin butuh kualitas. Memimpin butuh kecerdasan logika dan kecerdasan hati nurani, kecerdasan organisasional, kecerdasan manajerial. Kecerdasan finansial, kecerdasan sosial.
Karena itu, kelemahan diri dalam bentuk kualitas diri yang belum memenuhi standar harapan orang-orang yang dipimpinnya membuat seseorang belum dianggap sebagai pemimpin oleh lingkungannnya.
Secara psikologis, seorang pemimpin yang memiliki sifat dibawah ini akan menjadi sangat berbahaya bagi orang dan lembaga yang dipimpinnya, yaitu yang memiliki sifat :
- Sombong , sifat sombong seorang pemimpin merupakan sebuah kelemahan, dia membuka kelemahannya sendiri dan kelemahan dari orang dan lembaga yang dipimpinnya, karena orang yang sombong gampang dipancing untuk membuka kekuatannya, kelebihannya, dan pihak lawan akan menganalisis kelemahan-kelemahan di balik kekuatan yang diuatarakan para pemimpinnya, karena itu, akan membuat sebuah organisasi mudah dihancurkan oleh kompetitor. Seorang pemimpin yang sombong, akan memperlihatkan watak buruknya bukan saja keorang luar tetapi juga ia akan memperlihatkan watak jeleknya keorang yang selembaga dengannya, sehingga, menyulut konflik latin internal. Ia membangun musuh dan menciptakan musuh dalam selimut.
- Bangga , Sikap membangga-banggakan diri juga bukan sifat yang baik, bukan saja arogan seolah-olah paling sempurna, tetapi juga membuat kemampuan berfikir kreatif menjadi terbatas, memunculkan sikap cepat puas dan memancing jarak dengan pihak lain. Sehingga, merugikan kemajuan organisasi.
- Melampaui batas, sikap melampaui batas akan melahirkan penolakan bahkan perlawanan atau kontraversi, dari sikap menghindar, mengkritik, diomongin dibelakang hingga sikap oposisi terang terangan, yang pada akhirnya mengurangi kecepatan laju organisasi yang dipimpinnya.
- Suka kekayaan , sifat suka kekayaan yang berlebihan mendorong sikap agresif untuk mengumpulkan kekayaan dengan cara diluar etika dan undang-undang. Sikap ini melahirkan intoleransi, acuh tak acuh, masa bodoh, egois dan rakus yang akhirnya mendorrongnya tak peduli sesama asal dia paling kaya.
- Suka dipuji , sikap ini juga menghancurkan seorang pemimpin, Sikap ini melahirkan ketidakadilan dan lupa diri. Tidak adil karena ia akan memelihara orang yang senang memujinya tanpa dilihat apakah orang itu mengkhianatinya atau menghancurkannya. Ketidakadilan dapat terjadi karena ia tidak suka dikritik maka para pengkritiknya akan disingkirkan karena dianggap penghalang psikologis dirinya yang haus pujian.
- Kufur nikmat
- Dengki
- Penuh tipu daya
- Berbuat kerusakan
- Tamak
- Suka berzina
- Emosional
- Busuk hati
Global leadership : Pemimpin Pro aktif
Global leadership : Pemimpin Pro aktif
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong banyak negara melakukan modernisasi diberbagai bidang. Pembangunan berkembang pesat. Perubahan terjadi dimana-mana dan diberbagai bidang kehidupan.
Teknologi menjadi kebutuhan untuk memperkuat pembangunan. Pembangunan teknologi dilakukan. Riset demi riset menghasilkan berbagai penemuan yang kian mendorong laju pembangunan bertambah masif dan cepat. Perubahan-perubahan dibidang teknologi mendorong terjadinya perubahan-perubahan sosial. Perubahan teknologipun menciptakan standar baru pada pekerjaan dan standar kualitas pada sumber daya manusia pengelola teknologi dan pembangunan yang sedang dan akan terus terjadi.
Setiap perubahan menjadi tantangan bagi semua pemimpin disemua lapisan masyarakat, disemua lembaga-lembaga yang didirikan oleh masyarakat. Sikap dan reaksi terhadap tantangan yang datang akan menjadi penentu eksistensi dan keberlanjutan serta puncak kesuksesan atau kehancuran dari organisasi yang dipimpinnya.
Tantangan datang bukan saja seperti gelombang lautan, yang tak pernah berhenti, tetapi juga datang dalam berbagai bentuk dan beragam dampaknya terhadap organisasi dan pendukung organisasi tersebut.
Dalam konteks demikian kualitas seorang pemimpin akan sangat menentukan. Apakah dia pemimpin yang pasif, masa bodoh, tak mau tahu atau seorang pemimpin yang cakap , visioner, proaktif dan mengubah tantangan menjadi peluang , yang bukan saja mampu menjaga eksistensi organisasinya tetapi juga membuat dan melipatgandakan profit bagi lembaga dan orang-orang yang dipimpinnya.
Ciri pemimpin pro aktif :
1. Menilai positif. Dia bukan figur yang gampang curiga dan langsung menolak, tetapi juga bukan figur yang asal terima tanpa kritik. Ia bukan orang yang diam membisu melihat perubahan-perubahan. Tetapi ia figur yang sabar tetapi kritis membaca perubahan, membaca keuntungan dan kerugian, membaca setiap peluang, membaca setiap kesempatan yang tepat dan menguntungkan. Ia menilai secara positif semua tantangan yang datang dan berusaha menyikapinya dengan tepat.
2. Semua dianggap kawan. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang bodoh akan melihat diluar dirinya sebagai musuh atau kompetitor. Ia menjaga jarak yang sangat jauh dan berusaha menjadi musuh yang setimpal. Tetapi, pemimpin yang proaktif akan melihat semua orang diluar dirinya memiliki peran yang sama, memiliki pola pemikiran , kemampuan membaca situasi dan berbagai kelebihan lainnya yang bila dijadikan kawan akan menjadi pelengkap ide dalam sistem berfikirnya, yang bila di tempatkan dengan pas akan memainkan peran positif dalam memecahkan banyak masalah yang dihadapi bersama. Baginya, setiap orang harus saling melengkapi agar sempurna bersama, makmur bersama, senang dan sejahtera bersama.
3. Memecahkan masalah bersama-sama rekan kerja. Pemimpin proaktif tidak mengambil alih semua masalah dan mengambil alih semua pemecahan masalah. Ia lebih senang mengajak semua orang disekitarnya membaca masalah, memecahkan masalah bersama dan membuat keputusan bersama serta melaksanakan langkah – langkah pemecahan sesuai peran yang ditentukan dalam waktu yang bersamaan.
4. Mengutamakan keberhasilan bersama. Tidak ada istilah sukses pribadi yang ada sukses bersama. Ia menyadari bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan satu dengan lainnya. Setiap orang memiliki peran. Setiap peran harus dihargai. Sukses organisasi berarti sukses semua orang memerankan peranannya. Karena itu keberhasilan itu adalah produk bersama.
5. Mengutamakan win – win solution. Hidup memang banyak persaingan. Tetapi bukan berarti semua pesaing harus dimusnahkan. Mereka pesaing yang dimaknai positif. Mereka pesaing yang memperlihatkan kelebihan dan kekurangan yang membuat kita bisa belajar dan mendewasakan diri dan mengembangkan diri ke standar yang lebih tinggi. Eksistensi pesaing dihargai sebagai mitra bersaing yang kreatif. Mencari dan menemukan pemecahan yang menguntungkan semua pihak menjadi jalan positif yang diambil seorang pemimpin proaktif.
Rabu, 23 Maret 2016
Global Leadership : Penyebab konflik
Penyebab konflik
Secara sosiologis konflik didefinisikan sebagai proses sosial yang yang saling menghancurkan antara dua individu atau antar dua kelompok. Tiap kelompok ingin menang dan sebaliknya mereka ingin saingannya kalah kalau perlu hingga tidak bisa hidup dan bersaing lagi.
Dalam konflik, setiap pihak menggunakan berbagai sumber kekuatannya untuk memenangkan persaingan. Mereka mempertaruhkan apapun yang bisa digunakan untuk memenangkan konflik . Kemenangan menjadi tolak ukur kesuksesan, sebaliknya kekalahan menjadi tolak ukur kegagalan dan ketakberdayaan serta kehinaan.
Dalam sejarah ketika melihat semua sumber daya manusia, semua sumber daya teknologi, sumber daya alam, semua hasil pemikiran strategis digunakan untuk meraih keunggulan pribadi atau kelompoknya ditengah kehancuran lawan.
Dalam konflik, unsur emosi manusia dan hawa nafsu memainkan peran psikologis untuk membangun ego, membangun keberlangsungan konflik, membangun solidaritas terhadap kawan dan membangun kesadaran out group terhadap musuh. Emosi dan hawa nafsu seperti pedang tajam yang bila tak terkendali dapat menebas apapun yang ada didepannya.
Konflik dapat terjadi , karena :
1. Persaingan terhadap sumber-sumber kekayaan. Sifat serakah manusia membuat manusia menjadi makhluk yang paling serakah terhadap makhluk-makhluk Tuhan lainnya. Manusia tak puas dengan hanya makan dan minum secukup kebutuhan perutnya. Tetapi, ia tak puas bila jaminan hidupnya terhadap kebutuhan perutnya terpenuhi. Ia akan terus menambah- menambah kekayaan agar dengan kekayaan yang luar biasa banyak bisa memenuhi semua nafsu hidupnya. Semua khayal-khayalannya. Ia ingin apa yang ia inginkan terwujud dalam waktu yang relatif sesingkat-singkatnya. Tak perlu lama, karena ia Raja dunia yang minta segera terlayani.
Karena itu, ia tak butuh kekayaan yang sedikit dan sesaat. Ia butuh kekayaan yang bisa berguna sepanjang hayatnya. Ia butuh kekayaan yang membuatnya menjadi elit sosial. Ia butuh semua kekayaan dari seluruh penjuru dunia ada dalam gengamannya dan bisa digunakan kapan saja ia butuhkan.
2. Persaingan karena cinta . Cerita konflik manusia dibuka melalui cerita kecintaan terhadap kecantikan wanita adik Qabil yang jelita dan ingin dikawini oleh Qabil tetapi ia sudah dijodohkan untuk kawin dengan adik lelakinya Habil sehingga menurut Qabil ia lah yang seharusnya berhak dan dibunuhlah Habil oleh kakaknya yang bernama Qabil bin Adam as. Wanita bagian dari kekayaan alam yang luar biasa.
3. Perbedaan ideologis. Manusia adalah makhluk berfikir. Cogito ergo sum. Saya berfikir saya ada. Kemampuan berfikirnya membuat menusia mendesain pola hidupnya, mendesain target-target hidupny. Ia membangun ideal-ideal dalam pikirannya. Ia menyebarluaskan berbagai konsep pemikiran ideal menurutnya. Ia ingin semua orang mengikuti apa yang ia anggap ideal. Seperti nyang dilakukan Karl Marx, Mao Tse Tung, George Washington, Abraham Lincoln dll
Namun, seorang manusia tidak hidup sendiri. Ia hidup bersama puluhan, ratusan, ribuan, jutaan manusia lainnya. Dan diantara manusia banyak yang berbeda dunia ideal satu dengan lainnya. Karena itu dalam kehidupan sosial terjadi perbedaan nilai dan norma sosial yang kemudian berubah menjadi konflik ideologis.
4. Ketergantungan pekerjaan. Manusia kerap tak menyadari bila ia tergantung dengan hasil kerja manusia lainnya. Egonya yang luar biasa membuatnya tak bisa memahami peran manusia lainnya dalam kehidupan sosial. Ia ingin ia lah yang lebih dahulu. Ia ingin orang lain memenuhi kebutuhan dirinyanya terlebih dahulu. Tetapi manusia lain berpandangan serupa dengannya hingga terjadi saling menyalahkan dan konflik tak bisa dihindari.
5. Kekaburan tugas. Dalam sebuah organisasi tidak jelasnya job description membuat orang bingung batas pekerrjaannya. Hingga terjadi rebutan pekerjaan atau terjadi saling mengandalkan yang akhirnya terjadi saling membiarkan. Ketika terjadi saling membiarkan muncul saling menyalahkan dan konflik bisa terjadi ketika keduanya tak dapat menahan emosi.
6. Problem status. Manusia yang memiliki status dihadapkan pada suatu situasi dimana ia ingin ideal tetapi kenyataan sosial ia dihadapkan pada kondisi yang rusak. Sementara memperbaiki kerusakan teramat sulit. Konflik psikologis terjadi dalam dirinya. Ia melawan kerusakan sosial berarti ia bermusuhan dengan banyak orang-orang rusak dan perusak. Ia diam ia terbawa dalam arus kerusakan. Ketidak mampuan mengontrol diri menyebabkan konflik meluar keluar dirinya.
7. Rintangan komunikasi. Perbedaan kualitas diri didalam masyarakat menyebabkan terjadinya rintangan komunikasi. Bahasa yang disampaikan tidak dimengerti audiens yang dimaksud. Rintangan komunikasi yang tak teratasi menimbulkan mispersepsi. Munculnya mispersepsi memunculkan kesalahpahaman antar orang, antar kelompok, antar masyarakat, antar lapisan sosial, yang memancing lahirnya ego sentris masing-masing
8. Perbedaan sifat individu. Setiap individu lahir unik. Satu dengan lainnya berbeda secara fisik dan kepribadian dan kualitas. Perbedaan sifat yang dibarengi perbedaan kualitas dan kepribadian mendorong lahirnya konflik pribadi dan konflik ideologis serta konflik sosial.
Rabu, 10 Februari 2016
Global leadership : Pemimpin Gagal ?
Pemimpin gagal ?
Banyak
perusahaan yang bangkrut. Banyak
perusahaan dan lembaga jalan ditempat.
Hidup segan mati tak mau. Mati tidak, sadar juga enggak. Bisu , tak bergairah, datar dan pasif. Tanpa inovasi tanpa kreativitas. Tanpa target jelas, paling-paling
hangat-hangat tahi ayam . Rutinitas
semu, yang orang-orangnya telah mencapai puncak jemu.
Banyak
perusahaan atau lembaga dianggap sebagai tempat tak membahagiakan oleh orang-orang yang ada didalamnya. Mereka ada, mereka bekerja, tetapi hanya
rutinitas saja. Asal kerja, tak perlu kerja keras, tak perlu mikir keras, tak
perlu cerdas. Buat apa ?, jangankan gaji tinggi, promosi jabatan, apalagi
prosentase saham . penghargaan yang paling sederhana saja tidak.
Bila
dalam dunia militer tidak ada prajurit yang salah, komandannyalah yang
salah. Maka dalam perusahaan atau
lembagapun bukan karyawan yang salah , pimpinannyalah yang salah.
Pimpinannyalah yang bermasalah.
Pimpinannyalah yang menjadi sumber permasalahan.
Memimpin
bukan seni memberi instruksi, bukan seni memberi perintah. Memimpin adalah seni mendekatkan hati dengan
hati, mensinergikan hati dengan pikiran, mendekatkan pikiran dengan pikiran. Rasional
perlu tetapi etika dan budaya tidak boleh dilupakan. Logika perlu tetapi hatisanubari tak boleh
dilupakan. Ilmu pengetahuan dan
teknologi perlu, tetapi nilai-nilai ruhaniyah sangat diperlukan.
Memimpin
adalah seni membujuk, seni persuasi tingkat tinggi. Bagaimana seseorang akan berbicara dengan
orang-orang yang dipimpinnya maka cara bersikap, cara berbicara, intonasi,
pemilihan kata dan logika kata serta tingkat emosi akan menentukan keberhasilan
penyampaian pesan dan kesan yang dibangun, informasi yang terkumpul serta
bangunan pemikiran dan sikap yang terbentuk dari orang-orang yang dipimpinnya.
Sikap
egaliter, sederhana, ngobrol terbuka penuh kekeluargaan memungkinkan siapapun
sang pemimpin dapat mengetahui apa perasaan, apa yang dipikirkan, apa yang
menjadi harapan, apa yang seharusnya diputuskan akan sangat membantu seorang
pemimpin untuk mengenali kekuatan dan kelemahan orang-orang yang dipimpinnya,
kekuatan dan kelemahan lembaga atau perusahaan yang dipimpinnya sehingga ia
bisa membangun peta pemikiran manajerial dan teknis manajerial yang dibutuhkan oleh lembaga atau perusahaan
yang dipimpinnya, dengan tetap menghargai orang-orang disekitarnya .
Bertukaran
pikiran dengan orang-orang yang dipimpin nya , bukan saja menghadirkan banyak
ide konseptual dan ide teknis dillapangan tetapi yang lebih penting adalah
membangun silaturahmi yang tulus yang menjadi ikatan emosional, sosial dan
spiritual yang sangat dahsyat , ikatan
hati kehati, ikatan emosi yang sehat, ikatan logika yang memperkaya. Sehingga akan terbentuk suatu situasi menghargai
tanpa meminta penghargaan.
Seorang
pemimpin akan berusaha merasakan apa yang diderita orang-orang yang
dipimpinnya. Ia berfikir bukan saja
tentang berbagai proyeksi keuntungan yang bisa didapat, tetapi juga tentang hal
– hal buruk sebelum mengambil keputusan.
Ia berfikir dan merasakan apa mungkin terburuk bukan memaksa orang merasakan
keputusan-keputusan pahitnya.
Seorang
pemimpin tidak harus selalu dibelakang meja ketika kemakmuran sedang melanda. Ia
harus berusaha menyempatkan diri hadir ditengan orang-orang yang dipimpinnya.
Seorang pemimpin harus selalu ada , apalagi ketika krisis melanda. Ia harus menghadirkan penghargaan atas setiap
peran, ia memompa motivasi agar kegairan
tetap stabil. Ia memberi kepercayaan
kesetiap orang, tanpa like and dislike .
Ia hadir memimpin semua orang tanpa orang merasa dipimpin.
Pemimpin
yang arif tentu berusaha membangun lembaga atau perusahaan dimana ia dan
orang-orang yang dipimpinnya bekerja. Ia
membangun semua sisi yang ada dilembaganya.
Lembaga atau perusahaan bukan saja harus memiliki profit yang terus tumbuh. Tetapi lebih penting lagi adalah menumbuhkan
orang dan lembaga yang mendukung pertumbuhan profit tersebut. Ia memperkaya semua, bukan memperkaya kepentingan dirinya.
Perubahan
sangat penting bagi setiap lembaga atau perusahaan . Ia
berusaha membangun perubahan
tetapi perubahan yang bisa menciptakan kepuasan bersama bukan membangun kepuasan diri. Karena
itu ia membangun perubahan disemua sisi yang ada dilembaganya . Ia ingin semua berperan, semua bergerak
ketitik yang ditentukan bersama. Ia membangun perubahan, secara bersama-sama,
bukan memaksakan perubahan yang membuat orang terpaksa dan menderita.
Pemimpin
yang dibutuhkan zaman ditiap peradaban adalah pemimpin yang membangun
masyarakat dan negara. Ia orang yang
menyadari kehadirannya untuk menyempurnakan kesempurnaan peradaban ummat
manusia zamannya. Ia juga menyadari
dirinya tak akan sempurna bila tak di sempurnakan oleh kesempurnaan dia-dia
disekitarnya. Ia adalah pewaris para Nabi. Yang membangun keemasan
peradaban, bukan membangun keemasan pribadinya.
Rabu,
10 Pebruari 2016, bada isya , 20.52
Selasa, 05 Januari 2016
Global Leadership: Karakter Kepemimpinan Pangeran Diponegoro
Pangeran
Diponegoro yang masa kecilnya dipanggil Raden Mas Ontowiryo merupakan tokoh
utama dalam perang Jawa, perang menentang kolonilialisme Perancis – Belanda , yang membuat Belanda ,
walau berhasil menghancurkan kekuatan perlawanan pasukan Pangeran Diponegoro,
tetapi mengalami kerugian yang
sangat besar.
Bagi
bangsa Indonesia dizaman sekarang, banyak hal yang bisa dipelajari dan bisa
dijadikan hikmah dan inspirasi dari perjalanan hidup Pangeran Diponegoro,
terutama karakter kepemimpinannya. Hal
ini penting, karena negara besar seperti Indonesia, sangat kekurangan pemimpin
yang berkarakter kuat seperti Pangeran Dipnegoro. Walaupun, Indonesia memiliki banyak partai
politik yang memiliki jutaan kader, tetapi, sejarah kontemporer Indonesia, mereka
sangat miskin melahirkan pemimpin dengan karakter hebat.
Secara
fisik, Pangeran Diponegoro adalah manusia Jawa biasa, para utusan Belanda
mengambarkannya sebagai seorang
yang bertumbuh gempal, dengan tinggi
sedang, perawakan kuat dan tenaganya sangat kuat serta secara fisik ia adalah
pria dengan daya tarik pribadi yang kuat.
Ia bukan Raja tetapi ia lebih Raja dari seorang Raja dari sikap dan karakternya.
Secara
pribadi ia seorang ayah sejati yang
sangat penyayang terhadap anaknya. Ia
rela berjalan kaki sejauh 35 km dari Tegal Rejo ke Pajang untuk mengunjungi
anaknya yang sedang belajar di pesantren Kyai Mojo . Walau ia seorang ningrat yang memiliki banyak
kuda, tetapi kesederhanaannya luar biasa, hal yang sangat jarang dalam
masyarakat Jawa yang sangat feodal.
PangeranDiponegoro adalah seorang santri. Ia
memiliki kawan yang umumnya para santri dari berbagai pesantren. Ketika ia menuju pantai laut selatan untuk
menyepi selama bulan puasa ia selalu berjalan kaki dengan jarak tak kurang dari
30 km dan sepanjang perjalanan ia selalu mampir di Pesantren-pesantren yang
dilewatinya dan berbincang dengan mereka.
Disamping
sebagai santri ia juga merupakan seorang intelektual berkualitas tinggi. Hal yang sangat jarang dimiliki kaum ningrat
Yogyakarta semasanya. Ia senang membaca
referensi seperti kitab Tuhfah yang berisi filsafat sufi, ia mempelajari usul
dan tassawuf, suluk ( puisi mistik Jawa ), sejarah nabi-nabi, tafsir Alqur’an,
filsafat politik Islam seperti sirat as salatin, taj as salatin, fatah al
muluk, nasihat al muluk, Serat manikmoyo, Serat Gondokusumo, joyo lengkoro
wulang, arjunawijaya , arjuna wiwaha hingga kitab fikih.
Dari
berbagai buku yang dibacanya, jelas ia adalah seorang ningrat, seorang santri,
seorang intelektual, seorang perwira. Ia berbakat dan cerdik. Ia berfikiran terbuka
dan cerdas. Daya ingatnya kuat. Ia
menguasai sejarah tanah Jawa. Ia ahli
dalam seni mistik Jawa. Pertimbangannya sangat matang. Ia memiliki argumen yang kaya, kuat dan
jernih. Ia punya harga diri tinggi.
Ia lawan yang sepadan bagi siapapun Gubernur
Jendral Belanda, Gubernur Jendral Perancis ataupun Gubernur Jendral Inggris. Karena
itu, hanya kelicikan, tipu daya, persekongkolan yang membuatnya dapat
ditangkap.
Senin, 04 Januari 2016
Global leadership : teori kepemimpinan Ki Hajar Dewantoro
Global leadership : teori
kepemimpinan Ki Hajar Dewantoro
Suwardi
Suryaningrat atau sering disebut Ki Hajar Dewantoro merupakan tokoh pendidikan Indonesia sejak
masa kolonial Belanda. Ia mendirikan lembaga pendidikan Taman siswa
yang memadukan pendidikan barat dengan pendidikan tradisional seperti pesantren
atau dikenal boarding schools, dan menanamkan nilai-nilai budaya adiluhung Jawa
kedalam anak didiknya.
Dalam
teori kepemimpinan , yang diterapkannya kedalam lembaga pendidikan Taman Siswa,
ia mencetuskan teori yang disebut dengan :
1.
Ing ngarsa sungtulada , yang artinya pemimpin harus pandai memberi suri tauladan kepada orang
yang dipimpinnya. Teori ini mengharuskan
pemimpin yang tidak hanya pandai membangun visi, misi dan strategi serta konsep managerial yang diinginkannya,
tetapi, orang yang pandai memberi contoh kepada anak buahnya atau orang-orang
yang dipimpinnya, seperti seorang pemimpin perusahaan yang ingin karyawannya
tidak merokok, maka ia pun memberi contoh tidak merokok dan menghentikan
kebiasaan merokoknya, atau seorang pemimpin yang meminta orang-orang yang
dipimpinnya menjaga kebersihan ditempat
kerjanya, maka ialah orang pertama yang harus mencari sampah,
mengambilnya dan membuangnya ketempat sampah.
Bukan seorang pemimpin yang hanya memerintah terus-terusan dan bersih
serta tidak pernah mengambil sampah, walau ada didepannya dan akan dilewatinya.
2.
Ing madya mengunkarsa. Teori ini menekankan seorang
pemimpin yang pandai memposisikan diri berada ditengah-tengah orang yang
dipimpinnya. Seorang pemimpin yang tidak
mengambil jarak dengan orang-orang yang dipimpinnya. Ditengah - tengah orang
yang dipimpinnya, ia tidak hanya berbicara dengan terbuka, ia berbicara untuk
mengetahui lebih dekat apa yang dirasakan, apa yang dipikirkan, apa yang
diinginkan, ia ingin tahu lebih dalam kehidupan orang-orang yang dipimpinnya,
termasuk keluarganya, sambil membangun simpati dan empati serta motivasi
untuk orang-orang berjuang selama ini
dengannya. Ia membangun spirit , sense
of belonging, dan loyality tanpa disadari oleh orang-orang yang
dipimpinnya. Ia merasakan apa yang
dirasakan oleh orang-orang yang dipimpinnya.
3.
Tutwurihandayani. Teori ini menempatkan seorang pemimpin sebagai seorang
motivator hebat bagi orang-orang yang dipimpinnya. Ia memposisikan diri
dibelakang orang yang dipimpinnya. Ia
mendorong mereka untuk mengambil inisiatif, untuk berani maju kedepan mengambil
peran , keberanian dan kreativitas yang lebih kepada orang yang dipimpinnya. Ia berani dan memberi kepercayaan kepada
orang-orang yang dipimpinnya. Baginya,
keberhasilan orang yang didorongnya adalah keberhasilan dirinya. Ia tak merasa dilangkahi. Baginya justru sebuah kebanggaan, sebuah
sukses bila ada orang yang dipimpinnya maju dan sukses.
Minggu, 03 Januari 2016
Global leadership : Silih Asah Silih Asuh Silih Asih
Global leadersip : Silihasah, silih asuh, silih asuh !
Kehidupan
masyarakat suku Sunda di Jawa Barap, Indonesia, terlihat adem tentram. Gemah ripah loh jinawi. Aman dan makmur.
Semua hidup akur. Tidak ada
konflik. Kehidupan penuh dengan
gotongroyong , tolong menolong dan semangat kekeluargaan yang kuat. Tidak ada persaingan yang saling
menghancurkan.
Kehidupan
yang nyaman demikian tak lepas dari konsepsi hidup yang didasarkan pada konsep
hidup silih asah, silih asih, silih asuh.
Konsepsi hidup yang sederhana, tetapi syarat makna bila dikaji secara
mendalam, tidak sulit untuk dilaksanakan.
Konsepsi
silih asah, mengacu agar setiap orang ,khususnya pemimpin untuk meningkatkan
kecerdasan, , kepintaran, keahlian, keterampilan, kebijaksanaan terhadap
orang-orang yang dipimpinnya, atau bila sesama karyawan saling membantu untuk
saling memiliki kompetensi tertinggi.
Orang yang sudah ahli tidak boleh pelit ilmu atau keahlian, ia harus
menularkan keahliannya kepada teman-temannya atau masyarakatnya, sehingga
tercipta standar kompetensi yang sama didalam masyarakat atau bila disebuah
perusahaan diantara karyawan.
Seorang
pemimpin disebuah lembaga, apalagi bila ia seorang pimpinan perusahaan, perlu
untuk melatih orang-orang yang dipimpinnya agar memiliki keterampilan tertinggi
sesuai bidang kerjanya, dengan cara memanggil profesional atau ahli dibdangnya
atau orang-orang yang dipimpinnya dikursuskan dilembaga yang memang melatih
sesuai bidang sang karyawan. Sehingga,
semua orang yang dipimpinnya memiliki keahlian yang dibutuhkan sesuai pekerjaan
dan kebutuhan karyawannya.
Didalam
masyarakat, standar keahlian yang dimiliki setiap anggota masyarakat akan
membuat masyarakat menjadi lebih maju.
Masyarakat yang maju memiliki daya tahan tinggi terhadap
perubahan-perubahan dan lebih cepat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Bahkan,
bisa mengubah tantangan, ancaman
menjadi peluang yang menguntungkan.
Dalam
sebuah perusahaan, bila setiap karyawan memiliki keahlian dibidangnya, akan
membuat lebih cepat mengerjakan tugasnya, dan bila setiap orang karyawan dapat
bekerja optimal maka perusahaan juga dapat melaju lebih cepat dari kompetitor.
Konsep
silih asih, mengandung makna saling menyayangi. Antar anggota saling
menyayangi, antar pemimpin dengan yang dipimpin
saling menyayangi. Menyayangi
berarti saling tolong menolong, saling bergotong royong. Menyayangi berarti saling menghargai, saling
melindungi, saling menjaga harkat dan martabat, saling bersikap adil dan jujur,
saling menjaga solidaritas kelompok sehingga ikatan kelompok menjadi kuat dan
makin kuat.
Kekuatan
kelompok inilah yang menjadi kekuatan bersama dan bisa digunakan untuk
memajukan setiap orang yang ada didalamnya
sehingga walaupun terjadi pergantian generasi kekuatan dan keseimbangan
tetap terjaga. Kelompok tetap lestari
dan terus berkembang.
Silihasuh mengandung makna melindungi, memantau , mengawasi agar tidak menyimpang, memberikan bantuan
untuk agar yang dilindunginya tumbuh sesuai harapan, dapat berkembang secara
wajar, terarah, terprogram. Tidak dibiarkan tumbuh liar. Tidak akan dilepas
bila belum mandiri . Dilepas bila telah siap 100% untuk lepas dan terbang
kepuncak kemakmurannya.
Demikian
model kepemimpinan egaliter silih asah, silih
asih, silih asuh dalam masyarakat Sunda.
Senin, 07 Desember 2015
Global leadership : Jangan Marah !
Global Leadership : Jangan Marah !
Suatu
siang ketika matahari diatas kepala, seorang manajer marah luar biasa, semua
kata keras, kasar, bahkan isi kebon binatang dikeluarkannya. Dia marah besar karena target yang diinginkan
jauh dari harapan yang diinginkannya.
Para bawahannya hanya diam tertunduk, mungkin dongkol, mungkin benci,
mungkin ingin menonjoknya atau mungkin
juga takut di PHK kalau membantah atau melawan atasan . Diam adalah senjata
utamanya.
Ketika
sang manajer pergi membawa kemarahan dan kekecewaanya. Mereka bangkit, menegakan
kepalanya , saling lirik kemudian bubar ketempat kerjanya masing-masing sambil
membawa unek-unek, rasa kecewa , hati yang berat dan tatapan kosong.
Diluar
dugaan mereka, omelan sang menajer menjadi trending topik diantara karyawan
yang lain, bukan tentang isi dan kualitas tema omelan, tetapi tentang cara
penyampaian pesan yang menggunakan kata-kata kasar, bahkan nama-nama binatang
yang dikeluarkan. Mereka, merasa
direndahkan derajatnya, walau tidak jadi objek omelan. Tetapi, yang diomeli adalah rekan kerja mereka, bisa jadi saudara mereka, teman
senasib, teman yang selalu saling menolong, saling mengunjungi bila seorang
dari mereka sakit atau punya hajatan keluarga.
Mereka adalah bagian dari kita, sesama karyawan.
Para
karyawan kerap mengurangi kemampuan kerja , inovasi dan kreativitas mereka, bila mereka merasa
dipimpin oleh orang yang tak mengerti mereka.
Oleh orang yang hanya mementingkan dirinya , jabatannya, gaji dan
bonusnya dan keluarganya sendiri dan tidak mementingkan nasib para karyawan dan
keluarganya serta orang yang terkait dengan tempat industri mereka.
Bahasa
perintah, bahasa kekuasaan menjadi alat kepentingan pribadinya meraih jabatan
lebih tinggi, gaji lebih besar, bonus akhir tahun lebih besar atau liburan
akhir tahun keluar negeri dengan biaya perusahaan. Tetapi, karyawan ditekan, baik dengan beban
kerja, dengan bahasa perintah, dengan bahasa kasar atau dengan sikap
memperbudak.
Para
karyawan mau mengerahkan semua kemampuannya bahkan dengan taruhan nyawanya asal
hak – hak mereka, penghargaan terhadap mereka, harapan besar keluarga mereka
diperhatikan oleh perusahaan , setidaknya oleh para menejer yang sering bertemu mereka. Mereka ingin ada penghargaan bukan saja dalam
bentuk gaji yang layak, bonus yang layak, perhatian yang layak, tetapi
diperhatikan keinginan atau aspirasi mereka, setidaknya berkomunikalah dengan
menggunakan bahasa yang enak didengar dengan makna yang jelas, singkat, padat
jelas Dengan sikap tubuh bersahabat dan
mengahrgai sisi kemanusiaan mereka.
Mereka
bukan binatang, yang kalau mati cukup dikubur dan tak perlu memikirkan makan,
pakaian dan pendidikan anak dan istri mereka.
Mereka juga bukan budak yang siap diperas kapan saja tenaganya, tetapi
dikasih makan sangat minim dan tak dihargai sebagai manusia.
Mereka
adalah manusia normal seperti para manajer yang menyiksa batin mereka. Mereka hanya butuh perhatian, penghargaan, standar gaji yang layak untuk hidup anak istri mereka, jenjang karir yang jelas, kesejahteraan setelah pensiun, motivasi dan dukungan bagi pemecahan masalah yang mereka hadapi ditempat kerja mereka dan jangan pecah mereka dengan teman-teman mereka yang sudah sehati seperti saudara.
Jangan marah bos, tetapi berkomunikasilah dengan bahasa yang singat padat jelas sebagai sesama manusia, masa gitu aja ga bisa ! begitulah sebagian dari suara hati mereka, yang harus didengar, dipikirkan dengan matang oleh siapapun yang memimpin. Jangan marah !!!!
Minggu, 06 Desember 2015
Global leadership : Jalan Sukses !
Jalan
sukses !
Sukses hidup impian semua orang. Belum mampu
mengkhayallah jadi orang sukses. Tetapi
jangan larut dalam khayalan. Karena
banyak khayalan akan membuat kita tenggelam dalam kemalasan. Bukan Cuma menjadi pemalas, banyak khayal
akan membuat kita membenci keadaan.
Membenci sekeliling yang dianggapnya tidak sesuai dengan
khayalannya. Yang lebih berbahaya bagi
orang senang mengkhayal adalah jadi orang gila baru.
Ada banyak cara untuk sukses. Tetapi tak ada yang instan. Harus melalui proses. Proses belajar dan belajar. Belajar ilmu-ilmu dan keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses. Sukses menguasai ilmunya hingga mahir adalah sebuah kesuksesan.
Tetapi harus diingat juga, sukses menguasai ilmu dan keterampilan belum tentu sukses dalam kehidupan, tetapi setidaknya jembatan untuk sukses telah tersedia. Bila berhasil berarti anda sudah masuk ke tahap sukses pertama.
Untuk
sukses lebih lanjut masih ada beberapa langkah yang harus dipenuhi, yaitu :
1.
Terus tambah ilmu. Ada orang yang telah puas dengan ilmu dan
keterampilan yang dimilikinya, sehingga dengan arogannya ia tak mau menambah
ilmunya. Seperti seorang ahli ketik yang
menggunakan mesin tik. Dulu ia jagonya
menggunakan 10 jarinya. Ia merasa yang
terhebat, karena bisa mengetik dengan cepat dan tanpa salah. Tetapi dia lupa, mesin tik telah ditinggalkan
penggunaannnya oleh banyak kantor pemerintah dan swasta. Orang sudah beralih bekerja dengan
menggunakan komputer, laptop, tablet atau smartphone, yang walaupun masih
menggunakan jari, tetapi komputer, laptop, tablet atau smarphone bukan mesin
tik, didalamnya ada seperangkat hardware dan software yang teknologinya terus
berubah dan makin canggih makin ajaib, bahkan dalam bentuk yang makin simple. Krena itu, untuk jadi sukses harus ikhlas,
rela 100 % untuk belajar dan menambah ilmu
2.
Bangun Usaha
sendiri. Sukses karena warisan bukanlah
sebuah sukses. Walau tak dilarang. Orang sukses adalah orang yang membangun
usaha sendiri. Berusaha mandiri. Merasakan pahit manis sebuah proses, baik
gagal apalagi sukses. Mereka yang sukses
membangun usaha sendiri adalah orang-orang sukses menjalani hidupnya, sukses
mentranformasikan dirinya dari biasa menjadi manusia sukses.
3.
Bangun komunikasi. Menjadi figur Sukses tak bisa diraih dengan
sikap super egois. Dimanapun dan sampai
kapanpun orang sukses diawali oleh membangun komunikasi yang baik dengan siapapun. Karena kesuksesan seseorang adalah hasil
sumbangan dan ada peran orang lain. Tak ada orang sukses tanpa ada orang
lain. Penyanyi hebat lahir karena ada
pengakuan dari orang-orang yang menyenangi
suaranya. Tetapi dia tak akan
jadi penyanyi hebat kalau hanya menyanyi sendiri dan didengarkan oleh dirinya
sendiri.
4.
Orang yang
membuat kita jadi manusia sukses adalah orang-orang terdekat kita, entah itu
orangtua, saudara kandung, saudara jauh, teman, tetangga atau karyawan dan konsumen kita. Karena itu, mengucapkan terima kasih kepada
mereka , membuat kita akan jauh lebih
sukses. Merekalah perintis-perintis yang menanamkan benih-benih sukses kepada
diri kita. Tanpa mereka akan jauh lebih
sulit bagi kita untuk jadi manusia sukses
5.
Transfaransi
keuangan, Ketika kita telah mencapai
jauh jadi orang sukses, transfaransi keuangan akan sangat penting untuk membangun
dukungan dan loyalitas. Mereka tak akan
meminta semua uang kita. Tetapi, transfaransi keuangan jauh lebih menentramkan
batin mereka. Sehingga, mereka melihat
masa depan mereka tetap bersama anda.
Sangat mengerikan ketika orang sekeliling kita, menganggap diri kita,
tak ada dalam masa depan mereka yang cemerlang. Namun, memberi bonus kepada
mereka yang telah membantu mengangkat kita jadi orang sukses jauh lebih mulia
lagi. Dan jadilah kita orang mulia lagisukses.
6.
Gunakan
profesional muda. Siapapun akan
mengalami masa tua. Tidak dilarang
merasa awet muda. Tetapi, usia tak bisa
dilawan. Namun, kesuksesan bisa
dipertahankan bahkan ditingkatkan. Tentu
saja menggunakan darah muda, profesional muda, akan membuat anda jauh lebih
dimudahkan. Mereka butuh kepercayaan
untuk mengembangkan kesuksesannya bersama bimbingan kita. Bila mereka menjadi sukses, tentu kita akan
jauh lebih muda lagi. Jauh lebih sukses lagi.
7.
Kaderisasi dan
beri kepercayaan. Kaum profesional muda
tidaklah sebuah produk jadi. Mereka
bahan mentah berkualitas tinggi, yang tinggal dipoles dan diberi arahan serta
kepercayaan akan mengkilap seperti berlian dan permata. Karena itu, membangun banyak kader sukses
akan membuat kita menjadi lebih sukses.
8.
Susun strategi
sesuai perubahan zaman dan tren.
Generasi muda, profesional muda perlu diajak bicara baik sebagai
kebutuhan untuk mereka maupun untuk mencari masukan agar pas sesuai dengan yang
dibutuhkan masyarakat atau pasar sesuai
perubahan zaman dan tren yang berkembang.
Mereka anak zamannya. Mereka inti
perubahan sendiri. Mereka perlu diajak
untuk mengatur strategi dan diajarkan bagaimana memainkan strategi tersebut
dengan benar dan meraihkesuksesan.
Global Leadership : Yang tak terduga !
Yang tidak terduga !
Banyak
orang senang mengguncingkan orang lain.
Kejelekan fisiknya, ketidakmampuan berfikirnya, kekonyolan sikapnya,
ceplas ceplos omongannya menjadi objek tiada henti untuk dijadikan bahan
gunjingan. Orang lain dilihat seakan tak
punya kelebihan, yang ada hanya kekurangan- kekurangan yang seakan tak
berujung. Begitu jeleknya orang lain
dimatanya.
Tetapi,
orang kerap lupa, kalau dirinya juga punya segudang kelemahan, yang bisa jadi
bila dijadikan objek gunjingan tak kalah seru, tak kalah keburukannya, tak
kalah ketidakmampuannya, tak kalah konyolnya kita ketika mengambil
keputusan, sangat-sangat buruk, dimata
orang lain. Ibarat pepatah, semut
diseberang lautan terlihat, gajah dipelupuk mata tak kelihatan. Buruk rupa kaca yang disalahkan.
Karena
itu, kita memang harus sering bertanya siapakah kita ? bukan siapakah anda ?
Introspeksi sangat penting, agar kita dapat menilai diri kita, agar kita bisa
melihat kekurangan dan kelebihan kita.
Kekurangan harus diminimalkan dengan banyak belajar dari orang lain atau
minta bantuan orang lain untuk mengatasi kekurang akut dalam diri kita. Nasehat , ide, gagasan yang disampaikan orang
lain akan sangat berguna untuk memperbaiki kekurangan diri kita. Karena, orang lain bila menilai kita bisa
lebih objektif dari diri kita sendiri.
Kelebihan
diri kita bukan saja bisa menjadi sumber keuangan bagi kita, tetapi juga bisa menjadi
sumber amal yang mengalir tanpa henti bila kita terus memberikan kelebihan diri
kita untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Tanpa harus meminta bayaran , bantuan kita
akan memberikan untung berlipat bagi diri kita, dari persahabatan, persaudaraan,
rasa hormat, bantuan moril, dikenalkan ke investor besar atau dukungan dalam
bentuk lain disaat kita tidak menduganya
tetapi kita sedang membutuhkan sesuatu, disuatu tempat.
Allah
Sang Maha Pencipta, memberikan anugrah yang tak terduga, tak disadari, tidak
terfikirkan sebelumnya, kita hanya tahu ,
kita kok dimudahkan dalam suatu urusan, padahal kita tidak memberikan sesuatu untuk memperlancar urusan, yang orang lain justru
membutuhkan lobi dan negosiasi yang sangat lama atau harus melewati jenjang
birokrasi yang rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Tak terduga, masih percaya ?.
Rabu, 02 Desember 2015
GLOBAL LEADERSHIP : JALAN SUKSES !
Jalan
sukses !
Sukses
hidup impian semua orang. Belum mampu
mengkhayallah jadi orang sukses. Tetapi
jangan larut dalam khayalan. Karena
banyak khayalan akan membuat kita tenggelam dalam kemalasan. Bukan Cuma menjadi pemalas, banyak khayal
akan membuat kita membenci keadaan.
Membenci sekeliling yang dianggapnya tidak sesuai dengan
khayalannya. Yang lebih berbahaya bagi
orang senang mengkhayal adalah jadi orang gila baru.
Ada
banyak cara untuk sukses. Tetapi tak ada
yang instan. Harus melalui proses.
Proses belajar dan belajar. Belajar ilmu-ilmu dan keterampilan yang dibutuhkan
untuk sukses. Sukses menguasai ilmunya hingga mahir adalah
sebuah kesuksesan.
Tetapi
harus diingat juga, sukses menguasai ilmu dan keterampilan belum tentu sukses
dalam kehidupan, tetapi setidaknya jembatan untuk sukses telah tersedia. Bila berhasil berarti anda sudah masuk ke
tahap sukses pertama.
Untuk
sukses lebih lanjut masih ada beberapa langkah yang harus dipenuhi, yaitu :
1.
Terus tambah ilmu. Ada orang yang telah puas dengan ilmu dan
keterampilan yang dimilikinya, sehingga dengan arogannya ia tak mau menambah
ilmunya. Seperti seorang ahli ketik yang
menggunakan mesin tik. Dulu ia jagonya
menggunakan 10 jarinya. Ia merasa yang
terhebat, karena bisa mengetik dengan cepat dan tanpa salah. Tetapi dia lupa, mesin tik telah ditinggalkan
penggunaannnya oleh banyak kantor pemerintah dan swasta. Orang sudah beralih bekerja dengan
menggunakan komputer, laptop, tablet atau smartphone, yang walaupun masih
menggunakan jari, tetapi komputer, laptop, tablet atau smarphone bukan mesin
tik, didalamnya ada seperangkat hardware dan software yang teknologinya terus
berubah dan makin canggih makin ajaib, bahkan dalam bentuk yang makin simple. Karena itu, untuk jadi sukses harus ikhlas,
rela 100 % untuk belajar dan menambah ilmu
2.
Bangun Usaha
sendiri. Sukses karena warisan bukanlah
sebuah sukses. Walau tak dilarang. Orang sukses adalah orang yang membangun
usaha sendiri. Berusaha mandiri. Merasakan pahit manis sebuah proses, baik
gagal apalagi sukses. Mereka yang sukses
membangun usaha sendiri adalah orang-orang sukses menjalani hidupnya, sukses
mentranformasikan dirinya dari biasa menjadi manusia sukses.
3.
Bangun komunikasi. Menjadi figur Sukses tak bisa diraih dengan
sikap super egois. Dimanapun dan sampai
kapanpun orang sukses diawali oleh membangun komunikasi yang baik dengan siapapun. Karena kesuksesan seseorang adalah hasil
sumbangan dan ada peran orang lain. Tak ada orang sukses tanpa ada orang
lain. Penyanyi hebat lahir karena ada
pengakuan dari orang-orang yang menyenangi
suaranya. Tetapi dia tak akan
jadi penyanyi hebat kalau hanya menyanyi sendiri dan didengarkan oleh dirinya
sendiri.
4.
Orang yang
membuat kita jadi manusia sukses adalah orang-orang terdekat kita, entah itu
orangtua, saudara kandung, saudara jauh, teman, tetangga atau karyawan dan konsumen kita. Karena itu, mengucapkan terima kasih kepada
mereka , membuat kita akan jauh lebih
sukses. Merekalah perintis-perintis yang menanamkan benih-benih sukses kepada
diri kita. Tanpa mereka akan jauh lebih
sulit bagi kita untuk jadi manusia sukses
5.
Transfaransi
keuangan, Ketika kita telah mencapai
jauh jadi orang sukses, transfaransi keuangan akan sangat penting untuk membangun
dukungan dan loyalitas. Mereka tak akan
meminta semua uang kita. Tetapi, transfaransi keuangan jauh lebih menentramkan
batin mereka. Sehingga, mereka melihat
masa depan mereka tetap bersama anda.
Sangat mengerikan ketika orang sekeliling kita, menganggap diri kita,
tak ada dalam masa depan mereka yang cemerlang. Namun, memberi bonus kepada
mereka yang telah membantu mengangkat kita jadi orang sukses jauh lebih mulia
lagi. Dan jadilah kita orang mulia lagi
sukses.
6.
Gunakan
profesional muda. Siapapun akan
mengalami masa tua. Tidak dilarang
merasa awet muda. Tetapi, usia tak bisa
dilawan. Namun, kesuksesan bisa
dipertahankan bahkan ditingkatkan. Tentu
saja menggunakan darah muda, profesional muda, akan membuat anda jauh lebih
dimudahkan. Mereka butuh kepercayaan
untuk mengembangkan kesuksesannya bersama bimbingan kita. Bila mereka menjadi sukses, tentu kita akan
jauh lebih muda lagi. Jauh lebih sukses lagi.
7.
Kaderisasi dan
beri kepercayaan. Kaum profesional muda
tidaklah sebuah produk jadi. Mereka
bahan mentah berkualitas tinggi, yang tinggal dipoles dan diberi arahan serta
kepercayaan akan mengkilap seperti berlian dan permata. Karena itu, membangun banyak kader sukses
akan membuat kita menjadi lebih sukses.
8.
Susun strategi
sesuai perubahan zaman dan tren.
Generasi muda, profesional muda perlu diajak bicara baik sebagai
kebutuhan untuk mereka maupun untuk mencari masukan agar pas sesuai dengan yang
dibutuhkan masyarakat atau pasar sesuai
perubahan zaman dan tren yang berkembang.
Mereka anak zamannya. Mereka inti
perubahan sendiri. Mereka perlu diajak
untuk mengatur strategi dan diajarkan bagaimana memainkan strategi tersebut
dengan benar dan meraihkesuksesan.
Selasa, 10 November 2015
GLOBAL LEADERSHIP : KRITIK PEDAS ASIN MANIS
KRITIK PEDAS ASIN MANIS
Sifat
manusia berbeda-beda. Ada yang kalem,
pendiam, blak-blakan, mudah berterusterang, malu-malu tak peduli. Ketika datang sesuatu yang mengusik hatinya, kritik pedas,
si pendiam akan diam, yang kalem menunggu moment, tapi yang blak-blakan akan
mengatakan apa adanya, pahit manis disampaikan, marah ga marah yang mendengar
masa bodoh, yang penting apa yang mengganjal sudah disampaikan, perasaan
dirinya lega. Perasaan orang lain ? emangnya gua ikirin, begitu pikirnya.
Dalam
kenyataan, ada manusia yang tak peduli dengan kritik, apapun yang dikatakan
orang, baik atau buruk, baginya, jalan dan apa yang dilakukannya yang
terbaik. Kritik orang lain hanya masuk
kuping kiri lalu keluar lagi lewat kuping kanan, gak nempel , gak ngaruh, dalam
pemikiran otaknya. Dalam bahasa
kasarnya, emang gua pikirin.
Tetapi,
ada orang sangat memperhatikan kritik pedas dari orang lain kepadanya, kepikiran
siang malam, sangat mengganjal, susah dilupakan, tidak dipikirkan tetap
menyengat diotak dan hati, dipikirkan kadang hanya masalah kecil saja,bahkan
emosi jadi tinggi, gara-gara terpenjara kritik orang lain kepadanya.
Kamis, 05 November 2015
Global leadership: IKHLAS SEBAGAI MODAL SOSIAL
IKHLAS SEBAGAI MODAL SOSIAL
Riset
dan penemuan baru terus bermunculan.
Perubahan peradaban terus terjadi.
Persaingan makin ketat. Hidup
makin sulit . Hidup seseorang
dikejar-kejar ketakutan.
Ketakutan terhadap target kerja.
Ketakutan terhadap deadline kerja. Ketakutan kehilangan
penghasilan. Ketakutan dikucilkan
saudara, masyarakat dan lainnya. Stress
berat menyergap. Napas seolah kian
sulit. Dunia seakan mencengkeram erat.
Kematian membayangi kehidupannya.
Maka
Orang-orang bijak selalu menekankan kata-kata ikhlas dalam memberikan masukan
kepada siapapun yang mengeluhkan hidup dan pekerjaannya. Sikap ikhlas menjadi kunci untuk menerima
suatu keadaan dengan lapang dada. Dengan
pikiran yang sadar dan hati yang menerima segala ketentuan yang sudah
ditakdirkan.
Kata
ikhlas , dalam agama, memiliki arti yang luas dan konteks yang luas. Secara
bahasa, ikhlas diartikan mengosongkan sesuatu dan membersihkannya; sesuatu yang
murni; memurnikan pengabdian hanya kepada Allah swt; bekerja hanya untuk
mendapat ridho dari Allah swt.
Sikap
ikhlas harus dimiliki semua manusia.
Sikap ini bagian dari standar tinggi keluhuran budi manusia. Ia sejajar dengan sikap sabar, sejajar dengan
sikap tawakkal. Karena sikap ikhlas
sebuah standar tinggi maka ia menjadi
dasar pembentuk kemulian manusia baik dalam pandangan Allah swt seagai pencipta
maupun dalam pandangan manusia yang melihat dan menyaksikan pancaran cahaya
dari sikap ikhlas yang dilakukan seseorang.
Akan
menjadi pemandangan yang indah ketika para pemimpin dengan ikhlas memimpin
orang-orang dan lembaga-lembaga yang dipimpinnya dan sangat menyejukkan mata
hati dan mata penglihatan kita ketika orang-orang ikhlas dipimpin pemimpin yang
ikhlas memimpin dan bekerja sebagai pemimpin masyarakat.
Para
pemimpin denga hati yang ikhlas menetapkan visi, misi, strategi manajemen dan
teknis manajemen serta memberi pengarahan untuk mencapai target kerja yang
ditetapkan dan para bawahan akan ikhlas
mendengar setiap pengarahan dan instruksi pimpinan dan dengan ikhlas hati
memberi masukan penting , yang mengefektikan dan mengefisienkan pekerjaan
mereka, serta dengan ikhlas bekerja dibidang yang menjadi tanggungjawabnya. Ia ikhlas bekerja karena baginya ia beribadah
kepada Allah swt melalui apa yang bisa ia kerjakan dalam rantai produksi
lembaga tempat ia bekerja. Ia kan
bekerja tanpa beban dan hati dongkol. Ia
bekerja tidak dengan hati yang curiga.
Ia bekerja dengan penuh kepercayaan diri, bahwa Tuhan melalui para
pemimpinnya, dibantu teman-temannya memberikan jalan kepadanya beribadah diluar
ibadah resmi yang wajib .
Bekerja
dengan ikhlas sangat sulit. Bersikap
ikhlas sebuah kesulitan tinggi . apalagi dalam kehidupan sosial. Tidak semua hidup dengan standar hati
spiritual tinggi. Banyak godaan yang
membuatnya jauh dari standar tinggi hati penuh spiritualitas. Banyak tantangan
yang harus disingkirkan, untuk mencapai tahap ikhlas.
Secara
spirutualitas, sikap “Ria” Ujub” ( sombong; merasa lebih dari manusia lain)
merupakan penghalang terbesar adanya sikap ikhlas dalam hati seseorang. Sangat sulit, karena ada dalam bisikan ke
qolbu dan alam berfikir kita.
Setiap
manusia akan merasakan sebuah pertarungan dahsyat antara keingin untuk ikhlas
dengan sikap “ ria, ujub” dalam batin seseorang.
Karena itu, sikap ikhlas merupakan modal sosial yang
sangat berharga yang harus dimiliki siapapun, termasuk para pemimpin dan diri
kita sendiri, karena diri kita adalah pemimpin untuk diri
sendiri.
Sumber :
1.
Mukhlis M Hanafi.
Spriritualitas dan akhlak. Jakarta : Aku bisa, 2012
Selasa, 20 Oktober 2015
Global Leadership : Membangun Reputasi !
Membangun reputasi diri
Reputasi hebat ? wow , sebuah prestasi hebat. Prestasi yang diakui kawan dan lawan , atasan
maupun bawahan, dihargai siapapun yang mengenalnya, dan berdampak besar pada
pemilik reputasi hebat.
Jabatan
prestisius, pendapatan besar, bonus
besar, dan yang lebih besar serta tak ternilai, penghargaan dan pengakuan serta
rasa hormat dari siapapun.
Siapa
saja yang memiliki reputasi hebat.
Mahatma Gandhi menjadi pemimpin India dan dunia dengan pengorbanan luar
biasa. Nelson Mandela harus mendekam lama dipenjara, Thomas Alfa Edison melalui
masa sulit luar biasa. Steve Job
berjuang sambil melawan penyakitnya dan banyak contoh lainnya.
Reputasi
bisa dimiliki siapapun. Tua maupun muda,
karyawan atau pimpinan, rakyat atau pejabat, perempuan atau lelaki. Semua bisa memiliki reputasi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Leadership impian
Siapakan yang pantas menjadi leader impian ? bagaimana standar menjadi leader impian ? Apakah anda bisa menjadi leader impian ?
-
Wibawa seorang pemimpin Suatu hari, seorang pemimpin menjadi pembicara dalam sebuah rapat. Setelah dipersilahkan moderator, p...
-
Learning leadership : S eseorang walaupun ia menduduki jabatan puncak disebuah lembaga atau perusahaan, tetaplah ia seorang manusia ya...
-
Siapakan yang pantas menjadi leader impian ? bagaimana standar menjadi leader impian ? Apakah anda bisa menjadi leader impian ?